AIR MATA BUNDA
Karya : Teuku Husaini
Adhyaksanews. -- --
Di sepertiga malam ,
air mata bunda jatuh tanpa suara,
menyatu dengan doa-doa
yang tak pernah lelah menyebut namaku.
Wajahnya kusut oleh waktu,
namun hatinya tetap lapang
menampung luka, kecewa, dan harapan
yang sering kali aku abaikan.
Bunda tak pandai mengeluh,
ia hanya diam dan tersenyum,
menyembunyikan perih di balik sabar
demi langkahku yang terus melangkah.
Air mata itu bukan kelemahan,
melainkan bahasa cinta
yang tak sempat terucap
saat dunia membuatku lupa pulang.
Kini kusadari,
setiap tetes air mata bunda
adalah pengorbanan,
adalah cinta yang tak meminta balasan.
Maafkan aku, Bunda…
jika sering membuatmu menunggu
dalam doa dan sunyi,
sementara aku sibuk mengejar dunia.
Jika kelak aku berhasil berdiri,
itu karena air mata bunda
yang menjelma cahaya
di sepanjang jalan hidupku.
| Editor : Koni Setiadi