Senin, 03 Agustus 2026

Natal Alumni Se-Jawa Bali Dan Sumatra* *: Merajut Persatuan Demi Papua "Pegunungan"

Wamena,  Adhyaksanews. -- -- Ibadah perdana Perayaan Natal Alumni Se-Jawa Bali dan Sumatra telah terlaksana dengan penuh hikmat pada Sabtu, 17 Januari 2026, bertempat di Gereja Sirohu Maplima, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

Ibadah Natal ini dihadiri oleh alumni dari 8 kabupaten di Papua Pegunungan, dengan jumlah yang mencapai 300.000 orang. Meski dilaksanakan di bulan Januari, perayaan Natal tetap berlangsung penuh makna. Ketua Panitia Natal, Sangkok Kerda, menegaskan bahwa Natal tidak hanya dirayakan di bulan Desember semata.

“Natal bukan hanya soal tanggal, tetapi tentang hidup yang terus memuliakan Tuhan setiap hari. Seperti firman Tuhan dalam Lukas 2:11, hari ini telah lahir Juruselamat bagi kita,” ujarnya.

Perayaan Natal ini menjadi momen penting untuk mengumpulkan kembali para senior dan alumni yang pernah merantau sejak tahun 1991 hingga 2026 ke berbagai kota studi di Jawa, Bali, dan Sumatra. kita merantau dengan tujuan yang sama, yakni menuntut ilmu, meski harus melewati berbagai cerita pahit dan manis bersama.

Kenangan masa lalu kembali teringat satu piring dimakan sepuluh orang, hidup saling menopang tanpa memandang suku maupun asal kabupaten. Semua perjuangan itu dilewati demi satu tujuan: masa depan yang lebih baik.

Kini, setelah kembali ke tanah kelahiran Papua Pegunungan, kami alumni menyadari bahwa ilmu yang dibawa pulang bukan untuk diri sendiri, melainkan untuk membangun rumah besar Papua Pegunungan secara bersama-sama.

“Dulu kita berjuang bersama di tanah rantau, sekarang saatnya kita bersatu membangun Papua Pegunungan. Kita tidak boleh membeda-bedakan suku atau kabupaten. Kita satu Papua, dan kita harus bersatu demi perubahan,” tegas Sangkok Kerda.

Ia juga mengajak seluruh alumni untuk bergabung dalam wadah Alumni Se-Jawa Bali dan Sumatra yang baru dibentuk. Wadah ini disebut sebagai honai bersama, tempat berpikir, berdiskusi, dan bergerak demi kemajuan Papua Pegunungan.

Dalam kesempatan yang sama, Berni Pagawak menyampaikan bahwa dalam beberapa hari ke depan para alumni akan kembali berkumpul untuk menyatukan pikiran dan gagasan.

“Honai ini ibarat bayi yang masih digendong dan dirawat oleh ibunya. Tugas kita bersama adalah menjaga, merawat, dan membesarkannya sampai kuat dan kokoh berdiri di tanah Papua Pegunungan,” ungkapnya.

Sebagai wujud ucapan syukur atas pertolongan Tuhan, panitia Natal juga menyerahkan bantuan berupa satu unit mesin babat rumput dan 13 bibit tanaman pohon. Bantuan ini menjadi simbol harapan, kehidupan, dan komitmen untuk menanam masa depan yang lebih baik.

Perayaan Natal Alumni Se-Jawa Bali dan Sumatra bukan sekadar ibadah, tetapi menjadi titik awal kebangkitan persatuan, merangkul perbedaan, dan menyalakan kembali semangat kebersamaan demi perubahan Papua Pegunungan yang lebih baik.

Pewarta: Marinus Heluka

| Editor : Koni Setiadi