Adhyaksanews. BOLMUT – Ruas Jalan Nasional Trans Sulawesi yang melintasi Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara, menjadi sorotan tajam. Meski proyek preservasi Maelang – BTS KAB Bolmut – Biontong – Atinggola senilai Rp152,1 miliar dikerjakan pada 2024, kondisi jalan masih memprihatinkan dengan adanya lubang besar yang membahayakan pengendara, terutama roda dua. Kondisi ini semakin parah saat hujan dan malam hari, terlebih tanpa adanya rambu peringatan.
Proyek ini berada di bawah pengelolaan Renly Sembiring, S.T., M.M., selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3. Namun, hasil pengerjaan proyek justru menuai kritik tajam dari masyarakat, mengingat banyaknya titik jalan yang masih rusak.
Saat peninjauan pada Selasa, 4 Maret 2025, awak media menemukan sejumlah ruas jalan di Bolmut yang belum mendapat penanganan. Kondisi ini memicu desakan publik agar ada transparansi dan audit independen terhadap penggunaan anggaran serta pelaksanaan proyek. Audit diperlukan untuk memastikan tidak ada indikasi dugaan penyalahgunaan dana dan proyek berjalan sesuai perencanaan.
Hingga saat ini, awak media masih berupaya menghubungi PPK 2.3 Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara. Namun, nomor kontak PPK belum dapat dihubungi untuk memberikan klarifikasi terkait kondisi jalan dan progres proyek.
Publik kini menanti transparansi, apakah proyek ini mampu menjawab harapan masyarakat atau justru menjadi catatan kegagalan baru.
Penulis : Atar | Editor : Tya