Sumsel, Adhyaksanews. -- --Pegiat anti korupsi Sumatera Selatan, Feri Kurniawan menyoroti tingkat kelulusan siswa SMP di Sumsel menurun drastis hingga hanya 30%.
Penurunan tersebut kata Feri, bila mengacu kepada pasing grade nilai seleksi Sekolah Menengah Atas Kota Palembang.
"Kelulusan siswa SMP tidak diakui oleh beberapa sekolah dengan alasan nilainya rendah atau tidak masuk dalam perengkingan", kata Feri Kurniawan aktivis senior Sumsel dalam siaran persnya, Kamis, 18 Juni 2026.
Menurut Feri Kurniawan, apa yang dilakukan oleh beberapa sekolah menengah atas dan Kejuruan atas di Kota Palembang merupakan bentuk diskriminasi dan pelanggaran HAM berat.
"Kebijakan yang salah ini harusnya tidak terjadi bila Disdik Provinsi Sumatera Selatan mengerti aturan perundangan hak Azazi manusia dan kesetaraan siswa di mata hukum", ujar Feri.
Feri menyayangkan, anak - anak harusnya menjadi tunas bangsa dipangkas sebelum berkembang karena salah urus dunia pendidikan Sumsel.
"Carut marut dunia pendidikan Sumsel akan menjadi catatan hitam dan sejarah hitam dunia pendidikan Sumsel", pungkas Feri Kurniawan.
Belum ada pihak yang bisa dikonfirmasi terkait pernyataan aktivis senior Sumsel itu. (BS)
| Editor : Koni Setiadi