Adhyaksanews. -- -- Wamena, 5 Juni 2025 - Ratusan pencari kerja dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan mendatangi Kantor Gubernur Papua Pegunungan untuk menggelar audiensi terkait kejelasan proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2024. Massa yang tergabung dalam Forum Pribumi Papua Pegunungan, Koordinator Lapangan Pencaker 8 Kabupaten, LABEWA, dan Aliansi Honorer Nasional menuntut transparansi dan percepatan pengumuman hasil seleksi yang telah molor lebih dari satu tahun.
Namun, Gubernur Papua Pegunungan tidak hadir dalam audiensi tersebut, meskipun massa telah menunggu sejak pukul 06.00 pagi. Ketidakhadiran tersebut menuai kekecewaan dari perwakilan massa aksi.
"Kami datang secara baik-baik untuk melakukan audiensi, tetapi Pak Gubernur tidak hadir. Ini sangat mengecewakan. Kami hanya ingin kejelasan proses CPNS yang tak kunjung diumumkan," tegas Yusup Yikwa, Ketua Forum Pribumi Papua Pegunungan.
Yusup menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada transparansi dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan terkait jadwal dan hasil seleksi CPNS formasi 2024. Pihaknya mendesak pemerintah untuk segera memberikan penjelasan resmi kepada publik dan menerapkan kuota CPNS tahun 2024 sesuai komitmen, yakni 80% untuk pencaker pribumi dari 8 kabupaten dan 20% untuk anak cucu perintis (LABEWA).
Aksi damai hari ini menjadi bagian dari rangkaian tekanan moral kepada pemerintah agar tidak mengabaikan hak-hak masyarakat asli Papua Pegunungan dalam proses seleksi CPNS. Para pencaker berkomitmen akan terus menyuarakan aspirasi mereka sampai ada kejelasan resmi dari pemerintah daerah.
Penulis : Yusuf Siksa, S. T | Editor : Marinus Heluka