Minggu, 17 Mei 2026

Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Ir Allan Tandiono, Nyatakan Komitmennya Untuk Percepat Pembangunan Jalan Layang Pasar Tempel Baturaja OKU

Jakarta,  Adhyaksanews. -- --Harapan masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terhadap pembangunan flyover atau jalan layang di kawasan Pasar Tempel Baturaja mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten OKU bergerak cepat memperjuangkan proyek strategis tersebut hingga ke pemerintah pusat.

Bupati OKU H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd melakukan audiensi langsung dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan RI di Jakarta, Senin (12/5/2026), guna mempercepat realisasi pembangunan flyover di koridor Jalan Kolonel Burlian, kawasan Pasar Tempel Baturaja.

Pertemuan tersebut menghasilkan sinyal positif. Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Ir Allan Tandiono, menyatakan komitmennya untuk membantu secara maksimal atau all out percepatan pembangunan flyover yang selama ini menjadi aspirasi masyarakat OKU.

Flyover tersebut dinilai penting untuk mengatasi kemacetan kronis akibat perlintasan sebidang kereta api, sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan pada salah satu jalur vital penghubung antarwilayah di Sumatera Selatan.

Dalam paparannya, Bupati Teddy menjelaskan bahwa kemacetan di kawasan Pasar Tempel sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Perlintasan kereta api di titik tersebut kerap menyebabkan antrean kendaraan panjang, terutama saat jam sibuk dan aktivitas distribusi logistik meningkat.

“Alhamdulillah, persoalan yang sudah cukup lama dirasakan masyarakat terkait kemacetan akibat perlintasan kereta api di Pasar Tempel mulai menemui titik terang. Pak Dirjen sudah mendengarkan langsung laporan kami dan menyatakan siap membantu secara all out agar pembangunan flyover ini bisa terealisasi,” ujar Teddy Meilwansyah usai pertemuan.

Tak hanya menerima paparan, Dirjen Perkeretaapian juga mengapresiasi langkah cepat Bupati OKU yang datang langsung menyampaikan persoalan tersebut ke pemerintah pusat. Menurut Allan, penanganan perlintasan sebidang kini menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan termasuk isu yang menjadi konsen Presiden RI Prabowo Subianto, terutama dalam aspek keselamatan transportasi dan efisiensi mobilitas.

Dalam pertemuan itu, setidaknya terdapat dua opsi percepatan pembangunan flyover Pasar Tempel Baturaja yang mulai dibahas.

Pertama, proyek dapat didorong melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Kabupaten OKU, khususnya perusahaan yang memanfaatkan jalur kereta api untuk aktivitas distribusi komoditas seperti batu bara dan logistik industri.

Kedua, pemerintah pusat akan mengupayakan agar pembangunan flyover tersebut masuk ke dalam program prioritas nasional Bappenas sehingga berpeluang memperoleh pembiayaan melalui APBN Tahun 2027.

“Kami akan mengkaji usulan ini bersama Bappenas dan Tim CSR Nasional. Silakan disiapkan draf MoU-nya. Jika pembebasan lahan dan kepemilikan aset sudah jelas, maka kami akan mengundang seluruh pihak terkait, termasuk BUMN dan perusahaan swasta, untuk rapat koordinasi agar proyek ini segera berjalan,” kata Allan Tandiono.

Ia bahkan optimistis proyek tersebut dapat terealisasi pada masa kepemimpinan Bupati Teddy Meilwansyah.

“Kami siap mengawal dan mendorong agar pembangunan ini bisa selesai dan berhasil pada masa kepemimpinan Pak Bupati,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret, DJKA Kemenhub berencana mengundang berbagai pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Danantara, PT KAI, PT Bukit Asam, Semen Baturaja, PT SSP, perusahaan geothermal, hingga sejumlah perusahaan besar lain di OKU.

Keterlibatan perusahaan tersebut diharapkan dapat menopang pembiayaan konstruksi melalui program CSR, mengingat sebagian besar perusahaan juga memanfaatkan jalur transportasi kereta api di wilayah tersebut.

“Terkait kebutuhan konstruksi, kami akan mendorong pemanfaatan dana CSR perusahaan besar yang berkepentingan terhadap jalur angkutan kereta api, khususnya pengangkut batu bara. Kami upayakan pembangunan ini bisa dipercepat melalui skema tersebut,” tegas Allan.

Sementara itu, Bupati Teddy memastikan Pemerintah Kabupaten OKU siap menjalankan arahan pemerintah pusat, termasuk menyelesaikan persoalan pembebasan lahan di luar aset PT KAI agar proses pembangunan tidak terhambat.

“Kami siap menjalankan instruksi Pak Dirjen secepat mungkin. Untuk pembebasan lahan di luar aset perkeretaapian, pemerintah daerah siap mendukung penuh,” ujar Teddy.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati OKU didampingi Asisten III Romson Fitri, Kepala Bapelitbangda OKU Yoyin Arifianto, Plt Kepala Dinas PUPR OKU Ardiansyah Danial, serta Kepala Dinas Perhubungan OKU Agus Salim. (Jum Radit) 

| Editor : Koni Setiadi